Kode Diagnosa Clavus

view kode diagnosa p-care.xlsx from kesehatan 12345 at stikes nasional. kode diagnosa p-care no diagnosa 1 abdominal pain 2 abses 3 angina pectoris 4 appendixitis 5 asam urat 6 batuk 7 bronchitis 8Berikut ini adalah diagnosa penyakit yang harus tuntas dilayani di fasilitas kesehatan primer di era BPJS. Dalam Lampiran Permenkes Nomor 69 Tahun 2013 tersebut dicantumkan secara rinci 288 kode untuk rawat jalan dan 789 kode untuk rawat inap. Tarif Ina CBG's dibedakan berdasarkan: A. Regional. Terdapat 5 (lima) regional dengan rincianNO NAMA TINDAKAN KODE TINDAKAN 1. CTG 75.35 2. CVC 38.93 3. EKG 89.52 4. FUNGSI ASITES 54.91 5. GANTI BALUTAN/DRESSING 93.57 6. GIPS 93.…Corns and callosities. 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Billable/Specific Code. L84 is a billable/specific ICD-10-CM code that can be used to indicate a diagnosis fordataBPJS.com merupakan situs yang memberikan informasi seputar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara online, termasuk tentang "Kode Diagnosa BPJS Kesehatan".. Seperti diketahui publik, Kode Diagnosa BPJS Kesehatan merupakan informasi yang sangat penting untuk diketahui bersama. Tujuannya tentu saja agar anggota atau pemakai layanan BPJS tahu betul dan paham tentang Kode Diagnosa BPJS

Bernard Damima: Bpjs Kesehatan

Clavus (klavus) adalah istilah kedokteran, di masyarakat awam biasanya disebut mata ikan. Clavus bukanlah tumor, bukan pula tanda awal kanker, melainkan penebalan dari kulit. Mata ikan adalah kelainan pada kaki berupa kulit yang menebal, tidak merata , tampak seperti kerucut terbalik dengan alasnya ada pada permukaan kulit.NAMA DIAGNOSA CODE PENYAKIT Abdominal Pain R10.4 ABORTUS IMINENS O20.0 Abscess finger L02,4 Abscess Pedis L02.4 ABSCESS UMBILICAL L02,2 ABSES [SUBMANDIBULAR/MULUT K12.2 ABSES GINGIVAL K05,2 ABSES GLUTEAL REGION L02.3 Acne Vulgaris L70.0 ACS / SYNDROME CORONARY AKUT/ANGINA UNSTABLE I20.0 ADENITIS I88,9 Adenoid Kronis = Hypertrophy adenoid J35,0 Adnexitis N70.9 AF / Atrial Fibrilation I48 AFPBab ini berisi kode untuk infeksi, radang lain seperti dermatitis, dan kondisi lain pada kulit, jaringan subkutis, dan organ-organ pelengkap kulit (rambut, kuku, dan kelenjar-kelenjar sebasea dan keringat). Kulit dan organ pelengkap disebut sistem integumen. Lapisan kulit terdiri dari epidermis (pelidung tipis yang memiliki zat tanduk), dermis (jaringan ikat fibrosa padat berisi pembuluh darahFree, official info about 2015 ICD-9-CM diagnosis code 372.4. Includes coding notes, detailed descriptions, index cross-references and ICD-10-CM conversion info.

Bernard Damima: Bpjs Kesehatan

DAFTAR KODE ICD 9_Aep Nurul Hidayah_RKM126201_

KODE PINTAR ICD 10. along NH. Cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan multipel S00-S01, S04, S09-S11, Neoplasma ganas tulang dan tulang rawan sendi C 40 -C 41 1366 Neoplasma ganas usus halus dan alat cerna lainnya C 17, C 23 -C 24, C 26 1367 Neoplasma jinak alat kemih D 30 1368 Neoplasma jinak kulit D 22 -D 23 D 10 -D12.0-.5,.7-.9Search 2021 ICD-10 codes. Lookup any ICD-10 diagnosis and procedure codes.Callosity; Callus; Callus of foot; Callus of heel; Corn of toe; Foot callus; Callus; ClavusPenyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dikenal juga sebagai penyakit pulmonari obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit saluran udara obstruktif kronis (PSUOK), adalah sejenis penyakit paru obstruktif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang kronis.Biasanya, kondisi ini akan bertambah buruk seiring dengan waktu. Gejala utamanya antara lain adalah sesak napas, batuk, dan produksiBerdasarkan survey pendahuluan menunjukkan bahwa ketidakakuratan kode diagnosis utama PPOK dari 5 dokumen rekam medis rawat inap JKN terdapat 4 kode sebesar (80%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis PPOK berdasarkan ICD-10 pada dokumen rekam medis pasien rawat inap JKN di RSUD Tugurejo Semarang tahun 2014.

Kode Diagnosa Kolik Abdomen Kode Pos Tegal Barat Kode Icd 10 Hematochezia Kode Icd 10 Perdarahan Post Partum Kode Icd 10 Cks Kode Icd 10 Floaters Kode Diagnosa Nefrolitiasis Kode Icd 10 Atheroma Kode Winning Ps2 Kode Redeem Elite Pass Season 23 Nomor Kode Akses Telkomnet Instan Adalah

BPJS KESEHATAN

 DAFTAR 144 DIAGNOSA PENYAKIT YG HARUS DITANGANI LAYANAN PRIMER Berikut ini adalah diagnosa penyakit yang harus tuntas dilayani di fasilitas kesehatan primer di era BPJS. DAFTAR NAMA PENYAKIT YANG DAPAT DILAYANI DITANGANI DI LAYANAN PRIMER(sumber SKDI, Pekonsil kedokteran Indonesia 2012)

1. Kejang Demam2. Tetanus3. HIV AIDS tanpa komplikasi4. Tension headache5. Migren6. Bell’s Palsy7. Vertigo (Benign paroxysmal positional Vertigo)8. Gangguan somatoform9. Insomnia10. Benda asing di konjungtiva11. Konjungtivitis12. Perdarahan subkonjungtiva13. Mata kering14. Blefaritis15. Hordeolum16. Trikiasis17. Episkleritis18. Hipermetropia ringan19. Miopia ringan20. Astigmatism ringan21. Presbiopia22. Buta senja23. Otitis eksterna24. Otitis Media Akut25. Serumen prop26. Mabuk perjalanan27. Furunkel pada hidung28. Rhinitis akut29. Rhinitis vasomotor30. Rhinitis vasomotor31. Benda asing32. Epistaksis33. Influenza34. Pertusis35. Faringitis36. Tonsilitis37. Laringitis38. Asma bronchiale39. Bronchitis akut40. Pneumonia, bronkopneumonia41. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi42. Hipertensi esensial43. Kandidiasis mulut44. Ulcus mulut (aptosa, herpes)45. Parotitis46. Infeksi pada umbilikus47. Gastritis48. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)49. Refluks gastroesofagus50. Demam tifoid51. Intoleransi makanan52. Alergi makanan53. Keracunan makanan54. Penyakit cacing tambang55. Strongiloidiasis56. Askariasis57. Skistosomiasis58. Taeniasis59. Hepatitis A60. Disentri basiler, disentri amuba61. Hemoroid grade ½62. Infeksi saluran kemih63. Gonore64. Pielonefritis tanpa komplikasi65. Fimosis66. Parafimosis67. Sindroma duh 9discharge) genital (GO dan NGO)68. Infeksi saluran kemih bagian bawah69. Vulvitis70. Vaginitis71. Vaginosis bakterialis72. Salphingitis73. Kehamilan normal74. Aborsi spontan komplit75. Anemia defisiensi besi pada kehamilan76. Ruptur perineum tingkat ½77. Abses folikel rambut/kelj sebasea78. Mastitis79. Cracked nipple80. Inverted nipple81. DM tipe 182. DM tipe 283. Hipoglikemi ringan84. Malnutrisi energi protein85. Defisiensi vitamin86. Defisiensi mineral87. Dislipidemia88. Hiperurisemia89. Obesitas90. Anemia defiensi besi91. Limphadenitis92. Demam dengue, DHF93. Malaria94. Leptospirosis (tanpa komplikasi)95. Reaksi anafilaktik96. Ulkus pada tungkai97. Lipoma98. Veruka vulgaris99. Moluskum kontangiosum100. Herpes zoster tanpa komplikasi101. Morbili tanpa komplikasi102. Varicella tanpa komplikasi103. Herpes simpleks tanpa komplikasi104. Impetigo105. Impetigo ulceratif ( ektima)106. Folikulitis superfisialis107. Furunkel, karbunkel108. Eritrasma109. Erisipelas110.Skrofuloderma111. Lepra112. Sifilis stadium 1 dan 2113. Tinea kapitis114. Tinea barbe115. Tinea facialis116. Tinea corporis117. Tinea manus118. Tinea unguium119. Tinea cruris120. Tinea pedis121. Pitiriasis versicolor122. Candidiasis mucocutan ringan123. Cutaneus larvamigran124. Filariasis125. Pedikulosis kapitis126. Pediculosis pubis127. Scabies128. Reaksi gigitan serangga129. Dermatitis kontak iritan130. Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)131. Dermatitis numularis132. Napkin ekzema133. Dermatitis seboroik134. Pitiriasis rosea135. Acne vulgaris ringan136. Hidradenitis supuratif137. Dermatitis perioral138. Miliaria139. Urtikaria akut140. Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption141. Vulnus laseraum, puctum142. Luka bakar derajat 1 dan 2143. Kekerasan tumpul144. Kekerasan tajam

SUMBER : http://nanikkusyani.wordpress.com/

b.    

TARIF INA CBG’S

Mulai 1 Januari 2014 nanti, BPJS Kesehatan akan melakukan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan  berdasarkan caraIndonesian-Case Based Groups yang selanjutnya disingkat Ina CBG’s. Tarif Ina CBG’s menurut Pasal 1 angka 3 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor  69 Tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit.

TARIF INA CBG’S

Tarif Ina CBG’s, menurut Pasal 4 ayat (1) Permenkes tersebut meliputi: a.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D  dalam regional  1; b.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D  dalam regional 2; c.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D  dalam regional 3; d.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D  dalam regional 4; e.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D  dalam regional 5; f.     tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit umum rujukan nasional; g.    tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit khusus rujukan nasional. Selanjutnya ditetukan,penetapan regional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e, bagi setiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan merupakan hasil kesepakatan bersama antara BPJS Kesehatan dengan Asosiasi Fasilitas KesehatanTingkat Lanjutan. Mengenai tarif rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan berupa Klinik Utama atau yang setara diberlakukan tariff sebesar 50 % (lima puluh persen) dari standar Tarif Ina CBG’s untuk kelompok rumah sakit kelas D. Sedangkan untuk tarif rawat inap di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan berupa Klinik Utama atau yang setara diberlakukan tariff sebesar 35 % (tiga puluh lima persen) dari standar Tarif Ina CBG’s untuk kelompok rumah sakit kelas D dengan perawatan kelas III. Dalam Lampiran Permenkes Nomor 69 Tahun 2013 tersebut dicantumkan secara rinci 288 kode untuk rawat jalan dan 789 kode untuk rawat inap. Tarif Ina CBG’s dibedakan berdasarkan: A.   Regional. Terdapat 5 (lima) regional dengan rincian sebagai berikut: 1.    Regional I (Banten, DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim). 2.    Regional II (Sumbar, Riau, Sumsel, Lampung, Bali, NTB). 3.    Regional II (Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Kepri, Kalbar, Sulut, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Sulbar, Sulsel). 4.    Regional IV (Kalsel, Kalteng). 5.    Regional V (Babel, NTT, Kaltim, Kaltara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat). Sebagai contoh dapat dikemukakan tariff Ina CBG’s 2013 Regional 1 Rumah Sakit Kelas A, untuk rawat inap sebagaimana tercantum dalam tabel berikut: B.   Tarif Kapitasi dan Non Kapitasi Tarif Kapitasi menurut Pasal 1 angka 1 Permenkes Nomor 69 Tahun 2013 adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Tarif Kapitasi tersebut merupakan rentang nilai yang besarannya untuk setiap Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama ditetapkan berdasarkan seleksi dan kredensial yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tarif Kapitasi tersebut diberlakukan bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang melaksanakan pelayanan kesehatan komprehensif kepada Peserta Program Jaminan Kesehatan berupa Rawat Jalan Tingkat Pertama. Tarif Kapitasi untuk pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Pertama sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Permenkes Nomor 69 tahun 2013 sebagai berikut: a.    Tarif Kapitasi Di Puskesmas b.    Tarif Kapitasi Di RS Pratama,Klinik Pratama,Dokter Praktek,Dokter Gigi Praktek Perlu dikemukakan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (2) Perpres Nomor 12 Tahun 2013 ”Dalam hal Fasilitas Kesehatan tingkat pertama di suatu daerah tidak memungkinkan pembayaran berdasarkan kapitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), BPJS Kesehatan diberikan kewenangan untuk melakukan pembayaran dengan mekanisme lain yang lebih berhasil guna.” Kewenangan dikresioner yang diberikan kepada BPJS Kesehatan dapat dilaksanakan dengan syarat bahwa mekanisme pembayaran yang dipilih harus lebih berhasil guna. Tarif Non Kapitasi adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Tarif Non Kapitasi sebagaimana dimaksud diatas merupakan nilai besaran yang sama bagi seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang melaksanakan pelayanan kesehatan kepada Peserta Program Jaminan Kesehatan berupa Rawat Inap Tingkat Pertama dan pelaynana Kebidanan dan Neonatal. Tarif Non Kapitasi Untuk Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Tingkat Pertama dan Pelayanan Maternal dan Neonatal: a.    Tarif Non Kapitasi: b.    Tarif Non Kapitasi Pelayanan Kesehatan Kebidanan Neonatal: Permenkes Nomor 69 Tahun 2013sebagai pelaksanaan Pasal 37 ayat (1) Perpres nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan mulai berlaku pada tanggal 1 januari 2014 bertepatan dengan mulai beroperasinya BPJS Kesehatan. Permenkes Nomor 69 Tahun 2013 sangat penting peranannya untuk mendukung beroperasinya BPJS Kesehatan. Besaran tarif yang rasional dan wajar, serta cara pembayaran yang baik dan tertib kepada Fasilitas Kesehatan sangat menetukan keberlangsungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Kebijakan besaran tarif pelayanan dan cara pembayaran Fasilitas Kesehatan ini akan berdampak pada mutu pelayanan di Fasilitas Kesehatan,kepuasan Peserta dan stabilitas finansial mendatang. sumber: http://www.jamsosindonesia.com

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

KODE ICD 10

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

DAFTAR KODE PENYAKIT

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, DAFTAR, PENYAKIT

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

BEDAHHH KKODE | Human Tooth | Musculoskeletal System

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, BEDAHHH, KKODE, Human, Tooth, Musculoskeletal, System

Kode Diagnosa Bpjs

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Diagnosa

Pain In Joint Pelvic Region And Thigh Icd 10 - Musculoskeletal ICD-10-CM Writing Overturn Sheet: Outline Of Guide Phase 13 Updates

Kode Diagnosa Clavus : diagnosa, clavus, Joint, Pelvic, Region, Thigh, Musculoskeletal, ICD-10-CM, Writing, Overturn, Sheet:, Outline, Guide, Phase, Updates