Cara Menyolatkan Jenazah

Shalat jenazah yang merupakan shalat fardhu kifayah ini menjadi wajib hukumnya karena menyolatkan mayat yang akan dikuburkan kembali pada Allah. Semua yang ada di muka bumi ini adalah kepunyaan Allah, nyawa yang ada di tubuh kita adalah milik Allah dan suatu saat nanti nyawa kita akan kembali kepada pemiliknya yaitu Allah SWT.Tata Cara Pengurusan Jenazah 2.1. Pengertian Jenazah Jenazah (Mayat atau Jasad) adalah orang yang telah meninggal dunia. Setelah proses pengurusan jenazah, termasuk di dalamnya memandikan, mengkafani, dan menyolatkannya, atau proses lainnya berdasar ajaran agama masing-masing, biasanya mayat dikuburkan atau dikremasi (dibakar).10 Tata Cara Menguburkan Jenazah Menurut Islam Manusia diwajibkan bertaqwa dengan berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut asma Allah setiap detik kehidupannya. Sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya.Kewajiban yang pertama adalah memandikan jenzah. Untuk melakukannya, tidak bisa secara sembarangan. Sebab, ada tata cara dan aturan dalam proses tersebut. Nah, dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (15/9/2020), berikut beberapa adab dan tata cara memandikan jenazah.Cara sholat jenazah (Syaiful Bahri/Bintang.com) Liputan6.com, Jakarta Cara sholat jenazah harus diketahui oleh seluruh umat islam, terutama laki-laki. Sebagaimana yang telah diketahui, sebelum menguburkan seorang jenazah wajib hukumnya untuk memandikannya terlebih dahulu serta menyolatkannya.

Tata Cara Pengurusan Jenazah Lengkap dengan Bacaannya

Tata Cara Sholat Jenazah. Berikut ini tata cara sholat jenazah sesuai dengan urutannya: 1. Takbiratul ihram sambil berniat, lalu baca Surat Al Fatihah. Cara berniat adalah dengan mengingat dalam hati akan sholat jenazah empat kali takbir terhadap jenazah itu fardhu kifayah.Tata cara Sholat Jenazah. Sebagai anak muda, khususnya laki-laki, kita harus mengetahui proses ini, sebab hukum Sholat Jenazah adalah Fardhu kifayah, jika tidak ada yang mewakili untuk menyolatkan, maka seluruh umat islam akan berdosa. Sholat Jenzah dilakukan dalam keadaan berdiri, kecuali yang tidak mampu (sakit).Tata Cara Memandikan & Shalat Jenazah Corona Sesuai Fatwa MUICara Mengkafani Jenazah Perempuan Jika yang meninggal perempuan maka disunnahkan menggunakan lima kain putih. Kelima kain itu berupa satu helai sarung yang menutupi bagian pusar hingga anggota paling bawah, khimar atau tudung yang menutupi bagian kepala, gamis yang menutupi bagian atas hingga di bawahnya sarung, dan dua lembar sisanya yang bisa membungkus seluruh jenazah.

Tata Cara Pengurusan Jenazah Lengkap dengan Bacaannya

Cara Mengkafani Jenazah yang Baik dan Benar Sesuai Ajaran

Cara pengurusan jenazah dalam mengafani, menyolatkan, hingga nantinya menguburkan jenazah merupakan suatu kewajiban yang haruslah dipahami oleh seorang Muslim dalam melakukan pengurusan jenazah. Di dalam agama Islam, hukum dalam mengurus jenazah dalah fardu kifayah dalam ajaran umat Muslim.Dalam syariat Islam, ada beberapa tata cara yang harus dipenuhi dalam pengurusan orang yang sudah meninggal. Tata cara memandikan dan mengkafani jenazah merupakan dua dari empat kewajiban Muslim dalam mengurus jenasah. Tata cara memandikan dan mengkafani jenazah dilakukan sesuai dengan sunnah yang telah ditentukan.Cara mengurus jenazah adalah dengan memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkannya. Keempat hal itu adalah wajib dilakukan untuk menghantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya. Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan oleh sebagian orang.tata cara menyalatkan jenazah - YouTube. tata cara menyalatkan jenazah. Watch later. Share. Copy link. Info. Shopping. Tap to unmute. If playback doesn't begin shortly, try restarting your device.Cara Memandikan Jenazah Mayit Anda telah datang di website yang tepat karena kami akan memberikan berbagai informasi yang lengkap mengenai tata cara memandikan mayit, bacaan niat dan shalat ghaib dan sholat mayit beserta doanya menurut NU, Muhammadiyah, dan sesuai sunnah khusus untuk laki-laki dan bagi perempuan.

Yang Berhak Memilih Presiden Dan Wakil Presiden Jika Keduanya Berhenti Secara Bersamaan Cara Flash Sony C1905 Cara Mengeluarkan Jarong Kalimaya Susu Cara Mengobati Orang Kesurupan Cara Mengganti Background Pas Foto Di Photoshop Cara Mengganti Nomor Hp Di Yahoo Yang Hilang Cara Memperbesar Memori Internal Android Tanpa Partisi Cara Merubah File Jpg Ke Pdf Di Android Cara Bermain Bulu Tangkis Yang Benar Jelaskan Cara Memegang Raket Model Kapak Cara Pecah Warna Raster Di Photoshop

Tata Cara Menshalatkan Jenazah | Jurnal Salafiyun

Keutamaan Menshalatkan Jenazah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Barangsiapa yang menghadiri jenazah, hingga jenazah itu dishalatkan , maka ia mendapat pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga dikuburkan, maka ia mendapat dua qirath. Ada yang bertanya: “Seperti apa dua qirath itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Hukum Shalat Jenazah

Hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu apabila sudah ada sebagian dari kaum muslimin yang mengerjakannya, maka gugur dosa dari sebagian kaum muslimin yang lainnya. Jadi bagi sebagian kaum muslimin yang lain mengerjakannya adalah sunnah. Sedangkan apabila semuanya tidak mengerjakan, maka mereka semuanya berdosa.

Syarat-syaratnya:

1. Niat2. Menghadap kiblat3. Menutup aurat4. Orang yang mengerjakan dalam keadaan suci5. Menjauhi najis6. Yang menshalatkan maupun yang dishalatkan harus beragama Islam 7. Menghadiri jenazah tersebut apabila jenazah itu berada di dalam negerinya 8. Orang yang menshalatkan adalah orang yang mukallaf

Rukun-rukunnya:

1. Berdiri di dalam shalat jenazah itu2. Melakukan takbir yang empat3. Membaca surat Al Fatihah4. Mendoakan shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam 5. Mendoakan jenazah tersebut6. Tertib7. Salam

Sunnah-sunnahnya:

1. Mengangkat kedua tangan pada setiap kali takbir2. Membaca doa isti’adzah (ta’awwudz) sebelum membaca Al Fatihah 3. Mendoakan kebaikan bagi diri sendiri dan kaum muslimin4. Tidak mengeraskan suara ketika membaca Al Fatihah5. Berdiri sebentar setelah takbir yang keempat sebelum salam 6. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri7. Menoleh ke kanan ketika mengucapkan salam

Tata Cara Shalat Jenazah

1. Seorang imam atau seorang munfarid berdiri di sisi kepala jenazah laki-laki. Adapun jika jenazah itu perempuan, maka berdiri di sisi tengahnya (di sisi pusar). Sedangkan makmum berdiri di belakang imam. Dan disunnahkan untuk menjadikannya tiga shaf.

2. Kemudian melakukan takbiratul ihram dan setelah itu langsung membaca ta’awwudz, tanpa membaca doa istiftah. Lalu membaca basmalah dan surat Al Fatihah.

3. Kemudian bertakbir yang kedua dan setelah itu mendoakan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (at tahiyat) di dalam shalat pada umumnya.

4. Kemudian bertakbir yang ketiga, lalu membaca doa kebaikan untuk si mayit dengan doa-doa yang terdapat di dalam As Sunnah. Di antaranya adalah doa:

“Allahummaghfir lihayyinaa wa mayyitinaa, wa syaahidinaa wa ghaa-ibinaa, wa shaghiirinaa wa kabiirinaa, wa dzakarinaa wa untsaanaa. Innaka ta’lamu manqalabanaa wa matswaanaa. Wa anta ‘alaa kulli syai’in qadiir. Allahummaghfir lahu warhamhu, wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu. Waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barad. Wa naqqihi minadz dzunuubi wal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa a’idz-hu min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin naari. Wa afsih lahu fii qabrihi wa nawwir lahu fiihi. Allahumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal Islaam, wa man tawaffaitahu minnaa fa tawaffahu ‘alal imaan.”

Artinya:“Ya Allah ampunilah orang yang masih hidup maupun orang yang sudah mati di antara kami, orang yang hadir maupun orang yang tidak hadir di antara kami, orang yang masih kecil maupun orang yang sudah tua di antara kami, yang laki-laki maupun perempuan di antara kami. Sesungguhnya Engkau mengetahui tempat kembali dan tempat tinggal kami. Dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah ampunilah ia dan berikan rahmat kepadanya, serta sejahterakanlah dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kedatangannya dan luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari kotoran. Gantilah ia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah ia ke dalam Jannah dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab Neraka. Dan ltaskanlah kubur untuknya serta terangilah ia di dalamnya. Ya Allah barangsiapa yang Engkau hidupkan di antara kami maka hidupkanlah ia di atas Islam. Dan barangsiapa yang Engkau wafatkan di antara kami maka wafatkanlah ia di atas iman.”

Bisa pula mengambil sebagian dari doa di atas sesuai dengan lafazh yang disebutkan dalam nash hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Nasaa’i, dan Imam Ibnu Majah maupun yang lain:

“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu. Waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barad. Wa naqqihi minadz dzunuubi wal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa a’idz-hu min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin naari.”

Artinya:“Ya Allah ampunilah ia dan berikan rahmat kepadanya, serta sejahterakanlah dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kedatangannya dan luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari kotoran. Gantilah ia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah ia ke dalam Jannah dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab Neraka.”

Atau sebagaimana yang terdapat di dalam riwayat Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah dan Imam Al Baihaqi maupun yang lain:

“Allahummaghfir lihayyinaa wa mayyitinaa, wa syaahidinaa wa ghaa-ibinaa, wa shaghiirinaa wa kabiirinaa, wadzakarinaa wa utsaanaa. Allahumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal Islaam, wa man tawaffaitahu minnaa fa tawaffahu ‘alal imaan. Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa tudhilnaa ba’dahu.”

Artinya:“Ya Allah ampunilah orang yang masih hidup maupun orang yang sudah mati di antara kami, orang yang hadir maupun orang yang tidak hadir di antara kami, orang yang masih kecil maupun orang yang sudah tua di antara kami, yang laki-laki maupun perempuan di antara kami. Ya Allah barangsiapa yang Engkau hidupkan di antara kami maka hidupkanlah ia di atas Islam. Dan barangsiapa yang Engkau wafatkan di antara kami maka wafatkanlah ia di atas iman. Ya Allah jangan Engkau haramkan (halangi) kami dari mendapat pahala (atas musibah kematian)-nya dan jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya.”

Adapun jika jenazah tersebut adalah seorang wanita, maka lafazh doanya dengan menggunakan dhamir mu’annats (kata ganti untuk wanita, yakni dhamir HU diganti HA), menjadi:

“Allahummaghfir laha warhamha, wa ‘aafiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha, wa wassi’ mudkhalaha. Waghsilha bil maa-i wats tsalji wal barad. Wa naqqiha minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Wa abdilha daaran khairan min daariha, wa zaujan khairan min zaujiha. Wa adkhilhl jannata wa a’idz-ha min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin naari.” (Artinya sama dengan di atas).

Sedangkan apabila jenazah tersebut adalah anak kecil, maka mengucapkan doa:

“Allahummaj’alhu dzukh-ran liwaalidaihi wa farathan wa ajran wa syafii’an mujaaban. Allahumm tsaqqil bihi mawaaziinahuma wa a’dhim bihi ujuurahuma wa alhiq-hu bi shaalihi salafil mukminin. Waj’alhu fii kifaalati Ibraahiima wa qihi birahmatika ‘adzaabal Jahiim.”

Artinya:“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan bagi kedua orang tuanya, sebagai pendahulu, tambahan pahala, dan pemberi syafaat yang mustajab (bagi kedua orang tuanya). Ya Allah, beratkanlah timbangan kedua orang tuanya dengan sebab musibah kematiannya, perbesarlah pahala bagi keduanya, susulkanlah ia kepada orang-orang shalih dari salaf (pendahulu) kaum mukminin, masukkanlah ia ke dalam asuhan Ibrahim dan peliharalah ia dari azab Neraka Jahim.”

5. Kemudian bertakbir yang keempat lalu mengucapkan doa:

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu.” (Dhamir HU juga diganti dengan HA apabila jenazahnya wanita)

Artinya:“Ya Allah jangan Engkau halangi kami dari mendapat pahala (atas musibah kematian)-nya dan jangan Engkau menguji kami sepeninggalnya.”

6. Kemudian diam berdiri sejenak lalu mengucapkan satu kali salam seraya menoleh ke arah kanan. Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Imam Daruquthny, Imam Al Hakim dan Imam Al Baihaqi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan:

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menshalatkan jenazah, lalu beliau bertakbir empat kali kemudian melakukan salam satu kali.”

Boleh juga salam dua kali ke kanan dan ke kiri berdasar kepada hadits yang dikeluarkan oleh Imam Al Baihaqi dengan sanad yang jayyid dari Abdullah Ibnu Mas’ud yang mengatakan:

“Tiaga cabang yang selalu dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, tetapi ditinggalkan oleh manusia, salah satunya adalah salam dalam shalat jenazah seperti salam di dalam shalat (yang lain).”

Dan salam ini dilakukan dengan sirr (tidak keras).

Barangsiapa ketinggalan sebagian dari shalat jenazah, maka ia bisa langsung masuk bersama imam mengikuti shalat imam yang tersisa. Kemudian apabila imam melakukan salam, maka ia menyelesaikan shalatnya yang terluput sesuai dengan tata cara (urutan) yang telah disebutkan di atas. Adapun jika ia khawatir jenazah akan segera diangkat, maka melakukan takbir-takbir saja secara langsung (tanpa bacaan pemisah antar takbir-takbir itu) lalu melakukan salam.

Barangsiapa terluput dari menshalatkan jenazah, tetapi jenazah itu belum dikubur, maka ia bisa menshalatkannya di atas kuburnya. Boleh pula ia menshalatkan jenazah yang telah dikubur. Caranya, ia berdiri menghadap makam dan kiblat sekaligus, kemudian melakukan shalat sebagaimana shalat jenazah.

Barangsiapa ghaib (tidak hadir) di negeri tempat jenazah itu berada, sedangkan ia mengetahui tentang kematiannya, maka ia boleh menshalatkan jenazah itu secara ghaib dengan niat. Namun pendapat yang rajih bahwa shalat jenazah secara ghaib ini hanya dilakukan apabila di tempat jenazah tersebut tidak ada yang menshalatkannya, seperti apabila ia meninggal di negeri kafir.

Janin seorang wanita yang gugur dalam keadaan mati dan usianya benar-benar telah genap empat bulan atau lebih, maka dishalatkan sebagaina shalat jenazah. Adapun apabila kurang dari empat bulan, maka tidak dishalatkan. Berdasarkan hadits Al Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Para pengendara (berjalan) di belakang jenazah, yang berjalan kaki terserah, (bisa di belakangnya, depannya, kanannya atau kirinya yang dekat dengannya). Dan anak kecil juga dishalatkan (kedua orang tuanya didoakan dengan maghfirah dan rahmat).”

Dibolehkan menshalatkan jenazah di masjid, berdasarkan perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam (HR. Muslim). Namun menurut anjuran sunnah Nabi, hendaklah menyiapkan tempat khusus di luar masjid untuk penyelenggaraan shalat jenazah. Agar masjid tidak menjadi kotor (tetap terjaga kebersihannya), dan hendaknya tempat khusus itu dekat dengan pekuburan agar lebih memudahkan masyarakat umum.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Referensi:

1. Pengurusan Jenazah oleh Al Imam Muhyidiin Muhammad Al Barkawi & Wizaratu Asy Syu’uni Al Islamiyati Wal Auqafi Wad Da’wati Wal Irsyadi (Departemen Agama Islam, Urusan Waqaf, Dakwah dan Pengajaran) – Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia. Penerjemah: Abu Yahya, penerbit: Maktabah Al-Ghuroba’, cet. Pertama, Mei 2010.

2. Shalat Jenazah Disertai dengan Tata Cara Mengurusnya oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin, penerjemah: Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari, penerbit: At-Tibyan, cet. Kedua, Maret 2001.

Beri peringkat:Bagikan ke teman:Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Tata Cara Sholat Jenazah Laki-laki Dan Perempuan Lengkap Dengan Bacaan Doanya - Kumparan.com

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Sholat, Jenazah, Laki-laki, Perempuan, Lengkap, Dengan, Bacaan, Doanya, Kumparan.com

Tata Cara Mengerjakan Sholat Jenazah (Ujian Praktek SMA) | Amgah

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Mengerjakan, Sholat, Jenazah, (Ujian, Praktek, Amgah

Sebutkan Urut Urutan Tatacara Shalat Jenazah - Brainly.co.id

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Sebutkan, Urutan, Tatacara, Shalat, Jenazah, Brainly.co.id

Pdf Modul Sholat Jenazah (aisyah)

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Modul, Sholat, Jenazah, (aisyah)

√ [Lengkap] Pengertian, Manfaat Dan Tata Cara Sholat Ghoib

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, [Lengkap], Pengertian,, Manfaat, Sholat, Ghoib

Tata Cara Shalat Jenazah

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Shalat, Jenazah

Doa Shalat Jenazah Pdf - Fasrbirthday

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Shalat, Jenazah, Fasrbirthday

Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan Dan Bacaannya Menata Rapi - Dokter Andalan

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Sholat, Jenazah, Perempuan, Bacaannya, Menata, Dokter, Andalan

Tata Cara Memandikan Mengkafani Dan Menyolatkan Jenazah

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Memandikan, Mengkafani, Menyolatkan, Jenazah

Tata Cara Dan Doa Sholat Jenazah Lengkap

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Sholat, Jenazah, Lengkap

Pdf Modul Sholat Jenazah (aisyah)

Cara Menyolatkan Jenazah : menyolatkan, jenazah, Modul, Sholat, Jenazah, (aisyah)