Teori Dua Benua

Afrika merupakan satu-satunya benua yang ditinggali nenek moyang manusia hingga sekitar dua juta tahun lampau ketika Homo erectus berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia. Lebih dari 1,5 juta tahun kemudian, populasi dari tiga benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka menjadi spesis yang berbeda.Teori tektonik lempeng adalah teori yang sederhana. Secara singkat, teori ini mendeskripsikan lapisan terluar Bumi yang disebut dengan litosfer. Jika dua lempeng benua saling bertemu maka tak ada yang dapat masuk ke dalam mantel karena keduanya memiliki densitas yang rendah. Dua lempeng benua saling bertubrukan satu sama lain membentukPada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar yang kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi. Pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut pangea, kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut.Lambat laun benua itu terpecah, membentuk benua-benua lebih kecil yang seperti sekarang. Sayangnya, tidak ada yang memberi perhatian banyak tentang idenya itu. Hari ini, kita mengenal benua kuno yang diajukan pada teori Wegener benar-benar terbukti ada. Kita menyebutnya dari pemberian nama oleh Wegener, yaitu Pangaea.Teori apungan benua Wegener D. Teori Lempeng Tektonik Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah dimana aktivitas geologis umumnya terjadi, seperti gempa bumi serta pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera.

Tektonik Lempeng - Intan Noviantari Manyoe - Universitas

Teori Apungan Benua (Continental drift) diperkenalkan ahli peneliti geofisika dan meteorologi Jerman, Alfred Wegener yang publikasikan pertama pada 1912 yang merujuk pada penelitian yang mengindikasikan kesamaan garis pantai barat Afrika dengan garis pantai timur Amerika Selatan, kesamaan endapan batuan dan paleontologi/fauna purba. Teori Apungan Benua (Lempeng Tektonik) awalnya ditentang olehTeori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) Teori yang dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884 ini menyebutkan bahwa bumi ini pada awalnya terdiri atas dua benua yang sangat besar yaitu Laurasia di bagian kutub utara dan Gondwana pada bagian kutub selatan. Kedua benua ini terus mengalami pergerakan ke arah ekuator bumi hingga pada akhirnyaSejarah Teori. Teori tektonik lempeng diprakarsai oleh Alfred Wegener yang menulis dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans.Wegener memperkenalkan teori continental drift atau apungan benua.. Pada awalnya, semua benua menjadi satu yaitu supercontinent atau benua super bernama Pangaea.Dikarenakan suatu gaya tertentu, supercontinent tersebut terpecah menjadi beberapa bagian, yang

Tektonik Lempeng - Intan Noviantari Manyoe - Universitas

TEORI PEMBENTUKAN BUMI | Geography Quiz - Quizizz

Teori dua benua dikemukakan oleh Eduard Zuess dan Frank B Taylor. Mereka berpendapat bahwa pada mulanya terdapat dua benua besar yaitu Laurasia di belahan bumi bagian utara dan Gondwana di belahan bumi bagian selatan yang dipisahkan oleh Samudera Tethis. Kedua benua ini perlahan-lahan bergerak kea rah equator hingga akhirnya terpecah menjadiAmerika merupakan benua yang paling pajang di dunia (15.300 Km), bila dibandingkan denga benua lainnya. Benua ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu Amerika utara dan Amerika selatan, dengan Amerika tengah sebagai penghubungnnya. Antara Amerika Utara dengan Amerika Selatan dipisahkan oleh terusan Panama (dibuka tahun 1914).Pada teori yang kita bahas kali ini yaitu teori apungan benua dikatakan oleh seseorang yaitu Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912 di dalam bukunya yaitu Oceans dan The Origin of the Continent's, Wegener ialah teori mengenai perkembangan dari bentuk permukaan bumi yang berhubungan langsung dengan pergeseran benua.2. teori akresi, di mana batuan yang lebih muda yang melekat pada daerah perisai yang lebih tua menjadi melengkung untuk membentuk bentang alam; 3. teori drift benua, di mana benua mengambang kuno terpisah; dan. 4. teori arus konveksi, di mana arus konveksi di bagian dalam bumi menyeret kerak bumi sehingga menyebabkan pelipatan dan pembuatanTeori Pembentukan Bumi - Pengertian, Nebula, Planetisima, Tidal, besarnya adalah daratan yang lebih di kenal dengan pangea.Kurang lebih 200 juta tahun yang lalu pangea terbelah menjadi dua benua besar menjadi laurasia yang saat ini terbagi menjadi amerika utara, eropa, serta beberapa bagian asia tengah dan asia timur, dan benua besar

Teori Darwin Dan Lamarck Bab 2 Landasan Teori Teori Ketidakpastian Fisika Menurut Teori Asam Basa Arrhenius Asam Adalah Menurut Teori Gujarat Islam Masuk Ke Indonesia Pada Abad Ke Teori Masuknya Agama Budha Ke Indonesia Teori Apung Benua Teori Masuknya Hindu Budha Teori Bintang Kembar Bukti Teori Persia Teori Teori Masuknya Islam Di Indonesia

Teori Kontraksi

Hallo sobat rumussoal.com kali ini kami akan menyampaikan materi tentang Teori Kontraksi dalam pembentukan bumi – lengkap dengan pengertian, tujuan, srtuktur, dan landasan supaya mudah dipahami.

Teori Kontraksi – Kita pasti sering mendengar bahkan sering merasakan terjadinya fenomena alam yang berhubungan langsung dengan pergerakan muka bumi.

Langsung saja simak pembahasan dibawah ini…?

Teori Kontraksi Adalah

Teori kontraksi adalah salah satu teori yang telah ditemukan oleh Descrates pada tahun 1596-1650 dengan terjadinya proses dalam sebuah pendinginan pada permukaan bumi.

Maka dalam hal ini akan terbentuk relief yang berupa gunung, lembah, dan juga daratan yang dapat menyebabkan bumi bisa semakin lama akan semakin susut dan juga mengerut.

Perkembangan Dalam Bentuk Permukaan Bumi Ini:

Fenomena alam ini tersebut tanah longsor, gempa bumi,dan penurunan pada permukan tanah, berbagai jika fenomena alam yang itu terjadi maka akan menunjukkan bahwasanya itu bersifat labil, contohnya fenomena di atas menunjukkan bahwa adanya dinamika yang terjadi di atas.

Baca Juga: Fungsi Biogas

Jenis Teori Kontraksi

Dari apa yang sudah kami sampaikan di atas maka kami juga akan memberikan beberapa jenis yang terdapat dalam teori kontraksi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Kontraksi

Teori kontraksi (Contraction Theory/Theory of a Shrinking Earth) yang dikemukakan oleh James Dana di Amerika Serikat padaa tahun 1847 dan Elie de Baumant dari Negara Eropa.

pada tahun 1852, Mereka berpendapat bahwa pada kerak bumi akan mengalami pengerutan karena ada penyebabnya terjadi pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas yang berlebihan.

Pengerutan – dengerutan tersebut dapat mengakibatkan bumi manjadi tidak rata, keadaan itu dianggap sama saja seperti buah apel, yaitu apabila bagian dalamnya mengering maka kulitnya akan mengerut.

Teori yang dikatakan oleh kedua ahli itu mendapat banyak sekali kritikan , Kritikan tersebut di antaranya menyatakan bahwa bumi tidak akan mengalami penurunan suhu yang sangat irastis sehingga dapat mengakibatkan terbentuknya pegunungan tinggi ataupun lembah-lembah yang ada di permukaan bumi.

Di dalam bumi terdapat banyak unsur radioaktif yang selalu memancarkan panasnya agar mendapat tambahan panas bumi, selain itu juga , reaksi-reaksi kimia antarmineral di dalam bumi dan pergeseran- pergeseran kerak bumi dapat menimbulkan panas yang cukup.

2. Teori konveksi

Teori konveksi menjelaskan bahwa terjadinya aliran konveksi ke arah yang vertikal pada lapisan astenosfer yang sedikit kental, aliran ini sanggatlah berpengaruh dalam aliran yang sampai ke kerak bumi terletak di atas permukaan bumi.

Dalam aliran konveksi yang merambat terus sampai ke dalam kerak bumi akan itu akan menyebabkan batuan pada kerak bumi menjadi lunak, gerak aliran dari dalam permukaan bumi mengakibatkan permukaan bumi akan menjadi tidak rata.

3. Teori Pergeseran Dasar Laut

Robert Diesz, seorang Ahli Geologi dasar laut dari Amerika Serikat membuat teori konveksi yang dikemukakan Hess, Penelitian pada peta topografi dasar laut yang dilakukan olehnya menemukan bahwa bukti-bukti baru tentang saat terjadinya pergeseran dari dasar laut pada arah punggung dasar laut dari ke-2 sisinya.

Pemantauan umur yang sedimen dari dasar laut maka disimpulkan teori tersebut yakni semakin jauh dari punggung dasar laut umurnya semakin tua.

Hal itu berarti ada geseran yang berasal dari punggung dasar laut, ada beberapa contoh dari punggung dasar laut adalah 

Cost Pacific RiseMid Atlantic RidgeAtlantic Indian RidgePacific Atlantic Ridge

Baca Juga: Fungsi Herbarium

4. Teori Laurasia – Gondwana

Eduard zuess dalam catatan bukunya The Face of the Earth (1884) dan Frank B, Taylor pada tahun 1910 mengemukakan pendapatnya tentang teorinya bahwa pada awalnya ada 2 benua di kedua kutub bumi ini.

Benua – benua itu diberi nama gondwana dan Laurentia (Laurasia),Ke-2 benua itu lalu bergerak dengan perlahan ke arah ekuator lalu terpecah-pecah dan membentuk benua-benua baru seperti sekarang ini.

Australia, afrika dan amerika selatan dahulunya menyatu dalam gondwanaland, dan pada benua – benua lainnya menyatu kedalam Laurasia, akan dipercaya oleh banyak para ahli sebab bentuk pecahan benua itu apabila kita gabungkan dapat tersusun dengan baik.

Baca Juga: Fungsi Nutrisi

5. Teori Apungan Benua 

Pada teori yang kita bahas kali ini yaitu teori apungan benua dikatakan oleh seseorang yaitu Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912 di dalam bukunya yaitu Oceans dan The Origin of the Continent’s, Wegener ialah teori mengenai perkembangan dari bentuk permukaan bumi yang berhubungan langsung dengan pergeseran benua.

Menurut Wegener, didasar permukaan bumi pada awalnya hanyalah sebuah benua besar yang disebut dengan Pangea ( dalam bahasa Yunani yang berarti keseluruhan pada bumi ), juga sebuah samudra yang bernama Panthalasa, benua itu lalu bergeser dengan perlahan kearah barat dan ekuator yang mencapai posisi seperti sekarang.

Gerakan wegener disebabkan dengan terjadinya rotasi pada bumi yang nantinya akan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat gerakan cenderung ke arah ekuator, selain itu adanya gaya tarik-menarik antara bulan dan bumi akan menghasilkan gerak ke arah barat.

Gerakan ke arah barat itu bisa terjadi seperti halnya pada saat sedang terjadinya gelombang pasang, yakni akibat revolusi bulan yang bergerak dari arah barat ke timur, namun sekitar tahun 1960-an munculah komentar terhadap teori ini yang menanyakan kemungkinan pada massa benua yang sangat besar dan berat bisa bergeser di atas lautan yang sangat keras ini.

Baca Juga: Fungsi Makanan

6. Teori Lempeng Tektonik

Pada teori tentang lempeng tektonik dikemukakan oleh para ahli geofisika dari Negara Inggris, Robert Parker dan juga Me Kenzie ,Ke-2 ahli itu mempubliskan bahwa teori yang sempurna pada teori-teori sebelumnya, pergeseran dari dasar laut seperti contohnya pergeseran benua,

Teori konveksi sebagai 1 kesatuan didalam konsep yang sangat bagus dan sangat penting dan juga bisa diterima oleh para ahli dari geologi, litosfer dan Kerak bumi yang mengambang di atas lapisan astenosfer dianggap 1 lempeng yang saling berhubungan satu sama lainya.

Aliran konveksi yang keluar dari dalam punggung laut akan menyebar ke kedua sisinya, dan sedangkan di bagian lainnya akan kembali lagi dan masuk lagi ke lapisan dalam bumi dan bercampur lagi dengan materi-materi lapisan itu.

Pada daerah tempat masuknya materi ini yakni bisa disebut sebagai dengan patahan (transform fault) yang dibedakan dengan adanya pulau vulkanis dan palung laut.

Sekarang ini di permukaan bumi terdapat 6 lempeng utama yaitu sebagai berikut.

Lempeng Eurasia – wilayah ini meliputi Asia, Eropa, dan daerah pinggirannya termasuk juga Indonesia.Lempeng Antartika – wilayah ini meliputi lempeng Lautan Antartika dan kontinen Antartika . Lempeng Amerika – wilayah ini meliputi Amerika selatan , Amerika utara Selatan, dan setengah lagi bagian barat Lautan Adantik.Lempeng Afrika – wilayahnya ini meliputi setengah bagian timur Lautan Atlantik Afrika, bagian barat Lautan Hindia dan setengah bagian timur Lautan Atlantik. Lempeng Pasifik – wilayah ini meliputi seluruh lempengan bumi di Lautan Pasifik. Lempeng India-Australia – wilayah ini meliputi subkontinen India di- Australia bagian barat dan juga lempeng Lautan Hindia.

Pergerakan pada lempeng tektonik dapat menyebabkan bentuk di permukaan bumi yang berbeda-beda, beragam bentukan ini dipengaruhi oleh kekuatan gerak lempeng dan arah.

Ada tiga kemungkinan dalam kekutan pergerakan dua lempeng, yaitu sama-sama lemah, sama-sama kuat, dan yang sangat kuat, sedangkan yang lainnya lemah.

Batas lempengan ktonik diberi tanda dengan bentuk-bentuk alam akibat aktivitas dari lempeng itu, batas pada lempeng tektonik bisa dibedakan menjadi 3 jenis

Batas konvergenBatas divergenBatas sesar mendatar

Sekian sobat pembahasan dari rumussoal.com materi tentang Teori Kontraksi dalam pembentukan bumi, semoga materi yang singkat ini dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Baca Artikel Lainya:

Share this:

Geografi Lingkungan: Perkembangan Bumi

Teori Dua Benua : teori, benua, Geografi, Lingkungan:, Perkembangan

Geografi Lingkungan: Perkembangan Bumi

Teori Dua Benua : teori, benua, Geografi, Lingkungan:, Perkembangan

Perkembangan Bumi – Geoenviron

Teori Dua Benua : teori, benua, Perkembangan, Geoenviron

Teori Pembentukan Bumi - TEKNO ALDEBRAN

Teori Dua Benua : teori, benua, Teori, Pembentukan, TEKNO, ALDEBRAN

Dulunya Tidak Ada 7 Benua Di Bumi, Ini Benua Pertama Di Dunia - Semua Halaman - Bobo

Teori Dua Benua : teori, benua, Dulunya, Tidak, Benua, Bumi,, Pertama, Dunia, Semua, Halaman

TEORI LEMPENG TEKTONIK – Perspektif Sejarah (2) | Struktur Untuk Awam – BENCANA ALAM

Teori Dua Benua : teori, benua, TEORI, LEMPENG, TEKTONIK, Perspektif, Sejarah, Struktur, Untuk, BENCANA

Teori Perkembangan Muka Bumi

Teori Dua Benua : teori, benua, Teori, Perkembangan

Jelaskan Tentang Teori Dua Benua? - Brainly.co.id

Teori Dua Benua : teori, benua, Jelaskan, Tentang, Teori, Benua?, Brainly.co.id

Teori Perkembangan Bumi & Susunan Bumi

Teori Dua Benua : teori, benua, Teori, Perkembangan, Susunan

Terbentuknya Jagat Raya, Tata Surya, Dan Bumi – EduTechers

Teori Dua Benua : teori, benua, Terbentuknya, Jagat, Raya,, Surya,, EduTechers

Teori Perkembangan Muka Bumi

Teori Dua Benua : teori, benua, Teori, Perkembangan