Patofisiologi Kolik Abdomen

Present to your audience. Peter Pan Full Version patofisiologi kolik abdomen pdf download audio book harry potter and the sorcerer 39 s stone download oxyribonucleic acid i di ksi ra bo nj kli k, kle k ; DNA is a molecule that carries the genetic instructions used in the growth, development, functioning.NYERI ABDOMEN Nyeri viseral Pembagian Anatomi Visera Tempat Penjalaran Nyeri Foregut Esofagus dan duodenum Epigastrium Midgut Yeyunum hingga pertengahan kolon transversum Umbilikus Hindgut Pertengahan kolon transversum hingga rektum Hipogastrium (Catatan : Nyeri karena pankreatitis dan nefrolitiasis yang pada umumnya menjalar hingga ke punggung)Patofisiologi Kolik Abdomen (97 - 2003) [on23ev7m3yl0]. Penyimpangan KDM berdasarkan Patofisiologi Mekanis : - Adhesi - Karsinoma - Volvulus - IntusepsiPemeriksaan USG abdomen tidak memiliki kontraindikasi signifikan karena prosedur ini tidak melibatkan radiasi, bersifat noninvasif, dan mudah dilakukan.[3,4] Dokter perlu memberikan edukasi kepada pasien mengenai pemeriksaan yang hendak dilakukan mulai dari tujuan pemeriksaan, dugaan penyakit pasien, prosedur yang akan dijalankan, kemungkinan2) Kolik akibat bekuan darah (diastesis perdarahan) 3) Kolik akibat tumor. 2,4 Patofisiologi Mekanisme nyeri yang berasal dari ginjal terdiri dari dua tipe yaitu kolik renal dan non kolik renal. Kolik renal terjadi oleh karena peningkatan tekanan dinding dan peregangan dari sistem genitourinary. Non kolik renal disebabkan

PDF Nyeri Tekan pada Abdomen Gambar 3-1. etiologi nyeri

Gejala Kolik Abdomen. Berikut ini beberpa gejala kolik abdomen yang perlu Anda ketahui: 1. Mekanika sederhana - usus halus atas. Penyakit kolik (kram) pada abdomen pertengahan sampai ke atas, distensi, muntah empedu awal, peningkatan bising usus (bunyi gemerencing bernada tinggi terdengar pada interval singkat), nyeri tekan difus minimal. 2.Inilah patofisiologi dan pathways kolik abdomen dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik patofisiologi dan pathways kolik abdomen yang Anda cari. Kami berharap semoga pembahasan mengenai patofisiologi dan pathways kolik abdomen berikut ini bermanfaat untuk Anda.Beberapa yang menjadi penyebab kolik abdomen adalah kolik bilier, kolik renal dan kolik karena sumbatan usus halus (gilroy, 2009). Collic abdomen adalah nyeri perut yang kadang timbul secara tiba-tiba dan kadang hilang dan merupakan variasi kondisi dariyang sangat ringan sampai yang bersifat fatal (Ilmu Penyakit Dalam, 2001 : 92).patofisiologi kolik abdomen Inilah patofisiologi kolik abdomen dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik patofisiologi kolik abdomen yang Anda cari. Kami berharap semoga pembahasan mengenai patofisiologi kolik abdomen berikut ini bermanfaat untuk Anda.

PDF Nyeri Tekan pada Abdomen Gambar 3-1. etiologi nyeri

Patofisiologi Kolik Abdomen (97 - 2003) [on23ev7m3yl0]

LAPORAN PENDAHULUAN COLIK ABDOMEN A. Tinjauan Teoritis Medis 1. Defenisi Kolik abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestinal, obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran isi usus ke depan tetapi peristaltik normal (Reeves, 2011) Nyeri kolik abdomen merupakan nyeri yang dapat terlokalisasi dan dirasakanseperti perasaan tajam.biliaris, biasanya berupa kolik yang sukar ditentukan lokalisasinya dengan tepat dan tidak dipengaruhi oleh adanya batuk atau penekanan abdomen. Sakit yang berasal dari iritasi peritoneum akan terasa menetap di tempat iritasi dan menghebat bila penderita batuk atau ditekan perutnya. c. Waktu timbul.LAPORAN PENDAHULUAN. KOLIK ABDOMEN A. Anatomi dan Fisiologi. Gaster terletak melintang dari kiri ke kanan melintasi abdomen bagian atas antara hati dan diafragma. Dalam keadaan kosong gaster berbentuk huruf J, gaster akan berakhir pada pylorus yang mempunyai sebuah otot sphincter yang berfungsi menutup dan membuka saat pengisian dan pengosongan lambung. . Gaster berlanjut kedalam duodenum yangPEMERIKSAAN FISIK • ABDOMEN tegang BU (+) normal nyeri tekan (+) ar/ hipokondriak kiri hepar & lien tidak teraba membesar • PUNGGUNG ketok cva +/- • EKSTREMITAS akral hangat; capillary refill time < 2" 7. DIAGNOSIS BANDING • Kolik Abdomen ec. Urolithiasis • Kolik Abdomen ec. Infeksi Saluran Kemih 8.Prosedur USG abdomen adalah upper lower abdome jejum Abdominal nedir ne demek and scrotum Preparo total perut atas Persiapan Apakah perlu puasa untuk apa app...

Bkd Kabupaten Bogor Ayam Lombok Ijo Before You Go Terjemahan Penempatan Cpns Kemenkumham 2017 Matahari Kartun Hitam Putih Burung Puyuh Viral Daoko Uchiage Hanabi Lyrics Payday 2 Wolfhud Batang Monokotil Dikotil Bocoran Sgp Minggu Msi Mpg Z390 Gaming Pro Carbon (lga1151, Z390, Ddr4, Usb3.1, Sata3) (by Wpg)

Laporan Pendahuluan Kolik Abdomen .pdf

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN

COLIC ABDOMEN

DISUSUN OLEH:

ANIATUN ROKHIMAH

121440124150012

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN DIII

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA

PURWOKERTO

(2)

A.

 PENGERTIAN

Kolik abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus

intestinal (nettina, 2001). Obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan

terhambatnya aliran isi usus ke depan tetapi peristaltiknya normal (reeves, 2001).

Kolik abdomen merupakan nyeri yan gdapat terlokalisasi dan dirasakanseperti

 perasaan tajam. Mekanisme terjadinya nyeri ini adalah karena sumbatan baik parsial

ataupun total baik oragan tubuh berongga atau organ yang terlibat tersebut

dipengaruhi peristaltik. Beberapa yang menjadi penyebab kolik abdomen adalah kolik

 bilier, kolik renal dan kolik karena sumbatan usus halus (gilroy, 2009).

Collic abdomen adalah nyeri perut yang kadang timbul secara tiba-tiba dan

kadang hilang dan merupakan variasi kondisi dariyang sangat ringan sampai yang

 bersifat fatal (Ilmu Penyakit Dalam, 2001 : 92).

B.

 PENYEBAB

1.

  Mekanis

a.

  Adhesi/perlengketan pascabedah (90% dari obstruksi mekanik)  b.  Karsinoma

c.

  Volvulus d.  Intususepsi e.  Obstipasi f.  Polip g.  Striktur

2.

  Fungsional (non mekanik)

a.

  Ileus paralitik  b.  Lesi medula spinalis

c.

  Enteritis regional

d.

  Ketidakseimbangan elektrolit e.  Uremia

3.

  Etiologi yang lain yaitu

a.

  Inflamasi peritoneum parietal : perforasi peritonitis, opendisitis, diverti kulitis, (3)

 b.

  Kelainan mukosa viseral : tukak peptik, inflamatory bowel disease, kulitis infeksi, esofagitis.

c.

  Obstrukti viseral : ileus obstruksi, kolik bilier atau renal karena batu. d.  Regangan kopsula organ : hepatitis kista ovarium, pilelonefritis e.  Gangguan vaskuler : iskemia atau infark intestinal.

f.

  Gangguan motilitas : irritable bowel syndrome, dispepsia fungsional.

g.

  Ekstra abdominal : hespes trauma muskuloskeletal, infark miokard dan paru dan lainnya

C.

 MANIFESTASI KLINIS

1.

 

Mekanika sederhana –  usus halus atas

Kolik (kram) pada abdomen pertengahan sampai ke atas, distensi, muntah

empedu awal, peningkatan bising usus (bunyi gemerincing bernada tinggi

terdengar pada interval singkat), nyeri tekan difus minimal.

2.

  Mekanika sederhana –  usus halus bawah

Kolik (kram) signifikan midabdomen, distensi berat,muntah –   sedikit atau tidak

ada –   kemudian mempunyai ampas, bising usus dan bunyi “hush” meningkat,

nyeri tekan difus minimal.

3.

  Mekanika sederhana –  kolon

Kram (abdomen tengah sampai bawah), distensi yang muncul terakhir, kemudian

terjadi muntah (fekulen), peningkatan bising usus, nyeri tekan difus minimal.

4.

  Mekanika obstruksi parsial

Dapat terjadi bersama granulomatosa usus pada penyakit Crohn. Gejalanya kram

nyeri abdomen, distensi ringan dan diare.

5.

  Strangulasi

Gejala berkembang dengan cepat; nyeri parah, terus menerus dan terlokalisir;

distensi sedang; muntah persisten; biasanya bising usus menurun dn nyeri tekan

terlokalisir hebat. Feses atau vomitus menjadi berwarna gelap atau berdarah atau

(4)

E.

  PATOFISIOLOGI 

Obstruksi usus

Akumulasi gas cairan didalam lumen sebelah

 proksimal dari letak absorpsi

Distensi Profilerasi bakteri yang  berlangsung cepat

Kehilangan H2O dan elektrolit

Tekanan infralumen Volume ECK

Kehilangan cairan menuju ruang  peritoneum

Syok hipovolemik

Pelepasan bakteri dan toksin dari usus yang nekotrik ke dalam

 peritoneum dan sirkulasi sistemik

Rasa nyeri pada abdomen

Peritonitis sep tikemia

Peristiwa patofisiologi yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa

memandang apakah obstruksi usus tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau

(5)

 permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanis peristaltik mula-mula diperkuat kemudian

intermiten akhirnya hilang. Limen usus yang tersumbat profesif akan terenggang oleh cairan

dan gas. Akumulasi gas dan cairan didalam lumen usus sebelah proksimal dari letak obstruksi mengakibatkan distensi dan kehilangan H2O dan elektrolit dengan peningkatan distensi maka

tekanan intralumen meningkat, menyebabkan penurunan tekanan vena dan kapiler arteri

sehingga terjadi iskemia dinding usus dan kehilangan cairan menuju ruang peritonium

akibatnya terjadi pelepasan bakteri dan toksin dari usus, bakteri yang berlangsung cepat

menimbulkan peritonitis septik ketika terjadi kehilangan cairan yang akut maka kemungkinan

terjadi syok hipovolemik. Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi

stranggulasi akan menyebabkan kematian. (Pice and Wilson, hal 404).

Ileus obstruktif merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi karena adanya daya

mekanik yang bekerja atau mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan

 penyempitan/penyumbatan lumen usus. Hal tersebut menyebabkan pasase lumen usus

terganggu. Akan terjadi pengumpulan isi lumen usus yang berupa gas dan cairan, pada bagian

 proximal tempat penyumbatan, yang menyebabkan pelebaran dinding usus (distensi).

Sumbatan usus dan distensi usus menyebabkan rangsangan terjadinya hipersekresi kelenjar

 pencernaan. Dengan demikian akumulasi cairan dan gas makin bertambah yang

menyebabkan distensi usus tidak hanya pada tempat sumbatan tetapi juga dapat mengenai

seluruh panjang usus sebelah proximal sumbatan. Sumbatan ini menyebabkan gerakan usus

yang meningkat (hiperperistaltik) sebagai usaha alamiah. Sebaliknya juga terjadi gerakan anti

 peristaltik. Hal ini menyebabkan terjadi serangan kolik abdomen

F.

  Pemeriksaan penunjang

1.

  Sinar x abdomen menunjukkan gas atau cairan di dalam usus (6)

3.

  Penurunan kadar serum natrium, kalium dan klorida akibat muntah, peningkatan hitung SDP dengan nekrosis, strangulasi atau peritonitis dan peningkatan kadar

serum amylase karena iritasi pancreas oleh lipatan usus

4.

  Arteri gas darah dapat mengindikasi asidosis atau alkalosis metabolic. G. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan Medis

1.

  Koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit 2.  Terapi Na+, K+, komponen darah

3.

  Ringer laktat untuk mengoreksi kekurangan cairan interstisial 4.  Dekstrosa dan air untuk memperbaiki kekurangan cairan intraseluler

5.

  Dekompresi selang nasoenteral yang panjang dari proksimal usus ke area  penyumbatan; selang dapat dimasukkan dengan lebih efektif dengan pasien berbaring

miring ke kanan.

6.

  Implementasikan pengobatan unutk syok dan peritonitis.

7.

  Hiperalimentasi untuk mengoreksi defisiensi protein karena obstruksi kronik, ileus  paralitik atau infeksi.

8.

  Reseksi usus dengan anastomosis dari ujung ke ujung.

9.

  Ostomi barrel-ganda jika anastomosis dari ujung ke ujung terlalu beresiko.

10.

 Kolostomi lingkaran untuk mengalihkan aliran feses dan mendekompresi usus dengan reseksi usus yang dilakukan sebagai prosedur kedua.

Tindakan KEPERAWATAN

1.

  Infus RL ; jika anuria -> infus RL:D5 = 1:1

2.

  Bila dehidrasi berat -> infus diguyur, dipasang kateter dauwer

3.

  Beri analgetik ringan (xylomidon),Spasmolitik: Baralgin, Sulfas Aliopin (inj) ; jika kesakitan sekali -> beri petidin 1 amp im, jangan beri Antibiotik kalau penyebab tidak

 jelas

4.

  Bila gelisah penderita gelisah, beri Diazepam 10 mg iv, bisa diulang tiap 30 menit 5.  Bila panas, beri: antipiretik (Parasetamol)

6.

  Bila keadaan umum jelek, beri supportif Vitamin / Alinamin F (inj), Cortison inj 3 cc atau Deksametason 2 amp (7)

H.

 KOMPLIKASI

1.

  Usus buntu (peradangan appnedix) 2.  Penyumbatan atau obstruksi usus

3.

  Kolesistitis (radang kandung empedu) dengan atau tanpa batu empedu 4.  Sembelit kronis

5.

  Diseksi Aneurisma Aorta Abdominal 6.  Divertikulitis

7.

  Keracunan makanan (salmonella, shigella) atau virus gastroenteritis (flu perut) 8.  Inflammatory bowel disease (penyakit Crohn atau ulcerative colitis)

9.

  Irritable bowel syndrome 10. Iskemik usus

11.

 Batu ginjal

12.

 Infark atau insufisiensi mesenterika (kurangnya cukup pasokan darah ke usus, kadang-kadang mengakibatkan kegagalan atau kematian bagian dari usus) 13. Pankreatitis (peradangan pankreas)

14.

 Infeksi Traktus Urinarius

Gangren 

Gangren adalah borok yang disebabkan karena kematian sel/jaringan. Gangren kandung

empedu, saluran empedu dan pankreas diawali oleh infeksi pada organ-organ tersebut.

Sepsis 

Sepsis adalah menyebarnya agen infeksi (misalnya bakteri) ke seluruh tubuh melalui  peredaran darah. Sepsis berat dapat menimbulkan syok, dimana tekanan darah turun.

Fistula 

Fistula adalah saluran abnormal yang terbentuk antara dua organ. Batu empedu mengerosi

dinding kandung empedu atau salurang empedu, menimbulkan saluran baru ke lambung,

usus dan rongga perut.

Peritonitis 

Peritonitis adalah radang rongga perut, disebabkan karena rongga perut yang steril terkontaminasi oleh cairan empedu melalui suatu fistula ke rongga perut.

Ileus 

Ilues dapat terjadi karena batu menyumbat isi usus. Dapat terjadi bila batu berukuran cukup

 besar.

Read more: http://doktersehat.com/diagnosis-dan-penatalaksanaan-kolik-abdomen/#ixzz3JcGO6OZq

I.

  Slamet Suyono. Prof. Dr. SpPD. KE., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II , FKUI (8)

J.

  1. Nettina, Sandra M. Pedoman Praktik Keperawatan. Alih bahasa Setiawan dkk. Ed.

1. Jakarta : EGC; 2001

K.

 2. Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.

Alih bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC;

2001.

L.

  Marllyn E. Doenges dkk, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta, 2000

M.

  Nettina, Sandra M. Pedoman Praktik Keperawatan. Alih bahasa Setiawan dkk. Ed. 1. Jakarta : EGC; 2001

 N.

 Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC;

2001.

O.

 H. Slamet Suyono. Prof. Dr. SpPD. KE., 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid  II , FKUI Jakarta,

P.

  2. H. Syaifuddin Drs. B.Ac, 1997. Anatomi Fisiologi. Jakarta:EGC

Q.

 3. Marllyn E. Doenges dkk, 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3, Jakarta R.  4. Mudjiastuti, Diktat Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Masalah Pencernaan

 Makanan, Surabaya.

S.

  5. R. Sjamsuhidajat, Wim dc Jong, 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta:EGC. T.  6. Reeves, Charlene J et al. 2008. Medical-Surgical Nursing. Alih Bahasa Joko

Setyono. Ed. I . Jakarta : Salemba Medika U.

 

Pathway Kolik Abdomen

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Pathway, Kolik, Abdomen

351455073-Patofisiologi-Kolik-Abdomen-97-2003.doc

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, 351455073-Patofisiologi-Kolik-Abdomen-97-2003.doc

Askep Pasien Colic Abdomen Br

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Askep, Pasien, Colic, Abdomen

Penyimpangan Kdm Kolik Abdomen

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Penyimpangan, Kolik, Abdomen

371018257-Pathway-Kolik-Abdomen.docx

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, 371018257-Pathway-Kolik-Abdomen.docx

Mapping Colic Abdomen

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Mapping, Colic, Abdomen

Pathway

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Pathway

Colic Abdomen

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Colic, Abdomen

Askep Kolik Abdomen | Penelusuran Google

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Askep, Kolik, Abdomen, Penelusuran, Google

DOC) Lp Colik Abdomen Benar.docx | Paranse Elsando - Academia.edu

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, Colik, Abdomen, Benar.docx, Paranse, Elsando, Academia.edu

BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Obstruksi Usus Atau Ilieus Adalah Gangguan Aliran Normal Isi Usus Sepanjang Saluran Usus (Price

Patofisiologi Kolik Abdomen : patofisiologi, kolik, abdomen, KONSEP, DASAR, Pengertian, Obstruksi, Ilieus, Adalah, Gangguan, Aliran, Normal, Sepanjang, Saluran, (Price