Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel

1. Menghitung nilai arus dan faktor daya pada rangkaian paralel R - L - C AC dengan mengubah nilai tahanan. 2. Menghitung nilai arus dan faktor daya pada rangkaian paralel R - L - C AC dengan mengubah nilai induktansi. 3. Menghitung nilai arus dan faktor daya pada rangkaian paralel R - L - C AC dengan mengubah nilai kapasitansi.Rangkaian kombinasi adalah kombinasi rangkaian seri dan paralel apapun yang dirangkai dalam satu rangkaian. Cobalah mencari hambatan total dari rangkaian berikut. Kita melihat resistor R 1 dan R 2 dihubungkan secara seri. Jadi, hambatan totalnya (kita namakan R s) adalah: R s = R 1 + R 2 = 100 Ω + 300 Ω = 400 Ω.Hukum Ohm dan rumus kuat arus listrik merupakan materi yang berkaitan. Hukum Ohm digunakan sebagai dasar menentukan rumus kuat arus listrik. Hukum Ohm menyatakan kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantarArtinya, kuat arus yang mengalir pada setiap lampu bernilai sama. Pada dasarnya, setiap lampu memiliki suatu hambatan yang nilainya sudah ditentukan oleh pabrikan. Dengan demikian, komponen listrik yang akan Quipperian hitung nantinya adalah nilai hambatan pengganti total dalam rangkaian.Rangkaian paralel resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah resistor bahkan lebih yang terhubung secara berderet atau paralel. Untuk menghitung R total pada rangkaian paralel berbeda dengan rangkaian seri dan lebih rumit dalam proses perhitungannya. Berikut ini rumus untuk menghitung nilai hambatan pada rangkaian paralel.

3 Cara untuk Menghitung Hambatan Seri dan Paralel - wikiHow

Pada rangkaian paralel di atas, tegangan (V) pada setiap hambatan sama besar, walaupun nilai hambatannya (R) berbeda-beda. Secara matematis, dituliskan: Jadi, kuat arus pada masing-masing resistor (I 1 dan I 2) adalah 2 A dan 1 A. 11. Empat buah hambatan 15 Ohm, 10 Ohm, 6 Ohm, dan 5 Ohm disusun paralel lalu dihubungkan dengan sumberPada rangkaian paralel resistor, arus dari sumber terbagi menjadi cabang-cabang yang terpisah tampak seperti pada gambar di bawah ini. Perhatikan kemblai gambar di atas, jika kita memutuskan arus di bolham 1 (R1), maka arus yang mengalir pada bolham 2 (R2) dan bolham 3 (R3) tidak terputus.Rumus Menghitung Kuat Arus Pada Resistor R 3. Kuat arus pada resistor R 3 dapat dinyatakan dengan rumus berikut. V 3 = I 3 x R 3 atau. I 3 = V 3 /R 3. I 3 = 24/2. I 3 = 12 A. Rumus Mencari Kuat Arus Pada Rangkaian Resistor Paralel. Kuat arus pada rangkaian resistor yang disusun paralel dapat dinyatakan dengan rumus berikut. I = I 1 + I 2 + I 3Untuk memahami sebuah rangkaian listrik (Seri, Paralel dan Campuran) lebih jelas dan lengkap, ada baiknya mempelajari arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut. Seorang Ahli Fisika dari Jerman bernama Gustav Robert Kirchhoff mengemukakan Hukum Kirchhoff pada tahun 1845.

3 Cara untuk Menghitung Hambatan Seri dan Paralel - wikiHow

Hukum Ohm dan Rumus Kuat Arus Listrik pada - idschool

fismath.com akan memberikan contoh soal menghitung hambatan pengganti dan arus listrik pada rangkaian seri, paralel, dan campuran lengkap dengan jawabannya. Sebelumnya, kalian simak terlebih dahulu penjelasan singkat tentang materi hukum Ohm. HUKUM OHM. Hukum Ohm menjelaskan bahwa apabila tegangan listrik dinaikkan maka arus listrik akan ikut naik.Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan dibawah ini. Dalam kehidupan sehari hari contoh dari arus listrik itu beragam, berkisar dari yang lemah dalam satuan mikroAmpere ( A ) seperti misalnya pada jaringan tubuh manusia sampai arus yang sangat kuat yaitu 1 sampai 200 kiloAmpere ( kA ) contoh nya seperti yang terjadi pada sebuah petir.Rangkaian Listrik I 7 Rangkaian Seri, Paralel, Gabungan dan Potensiometer Jika arus yang melalui tahanan R1 dinyatakan dengan I1, R2 dinyatakan dengan I2, dan R3 dinyatakan dengan I3, maka: V1 V2 V3 I1 = R , I2 = R , I3 = R 1 2 3 Ketiga arus tersebut berasal dari arus yang masuk pada titik a, sehingga: I = I1 + I2 + I3 atau, V1 V2 V3 I =R 1 R23.Perbedaan kuat arus. Beban pada rangkaian seri, akan mendapatkan kuat arus yang sama. Sementara pada rangkaian paralel, kuat arusnya tidak sama tiap beban. Mungkin perlu dijelaskan sedikit apa sih kuat arus itu ? Kuat arus adalah intensitas yang menunjukan aliran listrik, nah besarnya kuat arus yang mengalir itu bergantung pada nilai bebannya.Soal rangkaian paralel dapat diselesaikan dengan mudah jika sudah memahami rumus dan prinsip dasar rangkaian paralel. Jika 2 atau lebih hambatan dihubungkan dengan posisi bersebelahan, arus listrik dapat "memilih" jalur (sama seperti mobil yang cenderung pindah lajur dan melaju berdampingan jika jalan 1 lajur terpisah menjadi 2 lajur).

Tabel Angka Mati 2d Rangkaian Driver Motor L293d Buatlah Angka Terbesar Brain Out Level 91 Jabatan Fungsional Sanitarian Dan Angka Kreditnya Tuliskan Dalam Bentuk Pangkat Positif Pada Sekelompok Siswa 16 Siswa Adalah Lelaki Sedangkan 14 Siswa Adalah Perempuan Bahasa Arab Angka 1 Sampai 10000 Strategi Menangkap Peluang Usaha 2 Pangkat 32 Angka 1 Sampai 100 Dalam Bahasa Inggris Jangan Angkat Batu Di Bawahnya Ada Sesuatu Yang Menjijikan

Hukum Kirchhoff - Pengertian, Rumus, Contoh Soal

Hukum Kirchhoff adalah dua persamaan yang berhubungan dengan arus dan beda potensial (umumnya dikenal dengan tegangan) dalam rangkaian listrik. Hukum ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845.

Banyak dari rangkaian listrik sederhana (Gambar 1.1) yang tidak dapat dianalisis dengan hanya mengganti kombinasi rangkaian seri dan paralel resistor dalam menyederhanakan rangkaian yang memiliki banyak resistor.

Contoh rangkaian sederhaa yang tidak dapat dianalisis dengan mengganti kombinasi resistor seri atau paralel dengan resistansi ekivalen mereka. (Tipler, Physics for Scientist and Engineer 5th Edition)

Tegangan jatuh pada

dan  tidaklah sama karena adanya ggl . Sehingga, rangkaian kedua resistor ini tidaklah paralel juga bukanlah rangkaian seri, karena arus yang mengalir pada kedua resistor tidaklah sama. Namun, ada hukum yang berlaku pada rangkaian yang memliki arus tetap (tunak). Hukum ini adalah hukum Kirchhoff 1 dan 2.

Hukum Kirchhoff 1

Hukum Kirchhoff 1 dikenal sebagai hukum percabangan (junction rule), karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. Hukum ini diperlukan untuk rangkaian yang multisimpal yang mengandung titik-titik percabangan ketika arus mulai terbagi. Pada keadaan tunak, tidak ada akumulasi muatan listrik pada setiap titik dalam rangkaian. Dengan demikian, jumlah muatan yang masuk di dalam setiap titik akan meninggalkan titik tersebut dengan jumlah yang sama.

Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa:

“Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan tersebut”

Ilustrasi hukum Kirchhoff tentang titik percabangan. Arus I_1yang mengalir melalui titik percabangan a akan sama dengan jumlah I_2+I_3 yang keluar dari tiik percabangan

Secara umum rumus hukum Kirchhoff 1 dapat dituliskan sebagai berikut:

Gambar 1.2 menunjukkan suatu titik percabangan dari 5 buah kawat yang dialiri arus 

dan .

Dalam rentang waktu

, muatan mengalir melalui titik percabangan dari arah kiri. Dalam rentang waktu  juga, muatan  dan  bergerak ke arah kanan meninggalkan titik percabangan. Karena muatan tersebut bukan berasal dari titik percabangan dan tidak juga menumpuk pada titik tersebut dalam keadaan tunak, maka muatan akan terkonservasi di titik percabangan tersebut, yaitu:

Hukum Kirchhoff 2

Bunyi hukum Kirchhoff 2 adalah sebagai berikut:

“Pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol”

Hukum Kirchhoff 2 juga sering disebut sebagai hukum simpal (loop rule), karena pada kenyataannya beda potensial diantara dua titik percabangan dalam satu rangkaian pada keadaan tunak adalah konstan. Hukum ini merupakan bukti dari adanya hukum konservasi energi. Jika kita memiliki suatu muatan Q pada sembarang titik dengan potensial V, dengan demikian energi yang dimiliki oleh muatan tersebut adalah QV. Selanjutnya, jika muatan mulai bergerak melintasi simpal tersebut, maka muatan yang kita miliki akan mendapatkan tambahan energi atau kehilangan sebagian energinya saat melalu resistor baterai atau elemen lainnya. Namun saat kebali ke titik awalnya, energinya akan kembali menjadi QV.

Sebagai contoh penggunaan hukum ini (Gambar 1.3), dua baterai yang berisi hambatan dalam

dan serta ada 3 hambatan luar. Kita akan bisa menenutukan arus dalam rangkaian tersebut sebagai fungsi GGL dan hambatan.

Rangkaian berisi 2 buah baterai dan 3 resistor eksternal. Tanda plus minus pada resistor digunakan untuk mengingatkan kita sisi mana pada setiap resistor yang berada pada potensial lebih tinggi untuk arah arus yang diasumsikan.

Secara umum rumus hukum Kirchhoff 2 dapat dinyatakan sebagai berikut:

Contoh Soal Hukum Kirchhoff Contoh Soal 1:

Perhatikan gambar rangkaian tertutup dibawah ini!

Apabila

dan , maka kuat arus yang mangalir pada rangkaian adalah …

Jawaban:

Kita terlebih dahulu tentukan arah arus dan arah loop, dalam hal ini kita akan menentukan arah loop searah dengan arah jarum jam.

Dengan menerapkan hukum Kirchhoff 2, kita akan dapatkan nilai arus listrik sebagai berikut:

maka Contoh Soal 2:

Pada rangkaian listrik di bawah ini diberikan diberikan 

dan . Jika saklar S ditutup, tentukan besarnya daya pada !

Jawaban:

Kita tentukan arah loop sebagai berikut:

Kita akan menerapkan hukum Kirchhof 1, dimana:

Dan berdasarkan hukum yang kedua:

Kontributor:Faruk Avero, S.Si.Alumni Fisika FMIPA UI

Materi StudioBelajar.com lainnya:

Hukum Archimedes Jangka Sorong Listrik Statis

Kuat Arus Pada Titik Cabang Rangkaian Tersebut Adalah - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Titik, Cabang, Rangkaian, Tersebut, Adalah, Brainly.co.id

Rangkaian Pararel Resistor/Hambatan

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Rangkaian, Pararel, Resistor/Hambatan

Pada Rangkaian Listrik Di Atas Besarnya Kuat Arus Pada Hambatan 3 Ohm Adalah.... Mohon Bantuannya - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Rangkaian, Listrik, Besarnya, Hambatan, Adalah...., Mohon, Bantuannya, Brainly.co.id

14. Pada Rangkaian Berikut, Gunakan Prinsip Seri-paralel Untuk Menghitung Besar Kuat ArusI Dan I. - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Rangkaian, Berikut,, Gunakan, Prinsip, Seri-paralel, Untuk, Menghitung, Besar, ArusI, Brainly.co.id

Perhatikan Rangkaian Listrik Berikut Ini. Hitunglah Kuat Arus Terkecil Pada Rangkaian Tersebut! - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Perhatikan, Rangkaian, Listrik, Berikut, Hitunglah, Terkecil, Tersebut!, Brainly.co.id

Cara Menghitung Kuat Arus Dari Rangkaian Listrik Bercabang ?? - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Menghitung, Rangkaian, Listrik, Bercabang, Brainly.co.id

Rangkaian Seri Dan Paralel

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Rangkaian, Paralel

Berapa Kuat Arus Listrik Yang Mengalir Pada Rangkaian Listrik Diatas - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Berapa, Listrik, Mengalir, Rangkaian, Diatas, Brainly.co.id

Besar Kuat Arus Yang Mengalir Pada Hambatan 4 Ohm Adalah - Brainly.co.id

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Besar, Mengalir, Hambatan, Adalah, Brainly.co.id

Kelas09_mari-belajar-ipa_elok-wahono-wasis-dwi By S. Van Selagan - Issuu

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Kelas09_mari-belajar-ipa_elok-wahono-wasis-dwi, Selagan, Issuu

Ilmu Pengetahuan 10: Contoh Soal Rangkaian Listrik 3 Loop

Menghitung Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : menghitung, rangkaian, paralel, Pengetahuan, Contoh, Rangkaian, Listrik