Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa

A. Masuknya Islam kedalam Benua EropaDalam sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia, yang diambil dari sebutan tanah Semenanjung Liberia.Julukan Andalusia ini berasal dari kata Vandalusia, yang artinya negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan Semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum mereka dikalahkan oleh bangsaDia menambahkan, perkembangan Islam di Eropa saat ini pun tidak bisa di anggap main-main. Turki saat ini penduduk Muslimnya sudah mencapai 90 juta jiwa. Beberapa pengamat bahkan memprediksikan pada 2050 jumlah penduduk Muslim di Eropa mencapai 50 persennya. Sementara, jika dilihat dari sejarah, Islam datang dan sampai di Prancis pada zamanSejarah Perkembangan Islam di Benua Eropa Bacaan madani 1:26:00 PM Kisah Islami , Sejarah Islam 0 Comments Berdasarkan kenyataan sejarah, Islam memasuki benua Eropa melalui empat periode yaitu: 1. Periode kekhalifahan Islam di Spanyol (Andalusia) selama ± 8 abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, di antaranya: Prancis SelatanSejarah. Populasi Muslim di Eropa sangat beragam apabila ditinjau dari sejarah dan asal-usul. Saat ini, mayoritas Muslim di Eropa terdapat di Bosnia dan Herzegovina, Albania, Kosovo, beberapa wilayah di Bulgaria, Macedonia, dan Montenegro, serta beberapa wilayah rusia di Kaukasus Utara dan Volga.Mereka saat ini masih konsisten mempertahankan tradisi Islam sejak ratusan tahun lalu.Sejarah Perkembangan Islam di Eropa adalah bagian penting dari pemahaman bagaimana Islam berhasil bertahan di salah satu lingkungan yang paling tidak bersahabat. Agama Islam sangat populer, dan ada sejumlah orang yang percaya bahwa itu dibawa ke Inggris oleh Muhammad, seorang nabi dari Mekah.

Sejarah Islam di Eropa Menarik untuk Dipelajari

BAB I : PENDAHULUAN. Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang, yang kemudian banyak dikenal denganRenaissance.Kebangkitan tersebut bukan saja dalam bidang politik, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuanProses Perkembangan Islam di Prancis. Menentukan secara pasti populasi umat Islam di Prancis (eropa), agaknya sulit, tetapi memperkirakannya dengan merujuk ke berbagai sumber boleh jadi dapat membantu dalam memprediksi secara akurat populasi tersebut. Berkaitan dengan ini, maka penulis terlebih dahulu akan mengungkap beberapa data, yakni;Islam memiliki sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini. Sepuluh abad yang lalu, islam adalah agama yang berjaya dibeberapa wilayah eropa terutama Spanyol dan pemerintahan islam banyak membawa kemajuan di benua tersebut meskipun hal ini bertolak belakang dengan keadaan islam di Eropa saat ini (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia).Hingga masuknya zaman renneisance sampai Aurfklaung di Eropa dan Barat pada umumnya tidak bisa dinafikan keikutsertaan Islam dalam pembentukannya 4. Sejarah Masuknya Islam di Dunia Barat Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di periode klasik.

Sejarah Islam di Eropa Menarik untuk Dipelajari

(DOC) Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa | nada nabila

Muslim di Eropa. Keberadaan Muslim pada awal sejarah di Eropa tercatat pada saat berdirinya wilayah pemerintahan dinasti Umayyah di Spanyol yang juga menjadi peradaban Islam peratama di Eropa. Peradaban Islam yang pertama dan terkenal yang yang pernah berdiri kokoh diatas tanah benua Eropa yaitu pemerintahan Islam Al-Andalus.Sejarah Perkembangan Islam di Amerika Vol. 4 / No. 2 / Desember 2015 - 317 ruang kepada partner stategis mereka Israel.13 Lebih jauh lagi, keberadaan Amerika selaku sekutu strategis bagi Israel sungguh telah membuahkan sikap yang sangatSejarah Masuknya Islam Ke Eropa. Sebelum Agama Islam masuk ke wilayah Eropa, agama Kristen mulai bersinar di Eropa ketika pada tahun 313 M1. Islam masuk ke Eropa pada tahun 705-715 M, melalui Negara Spanyol, namun sebelum Islam masuk ke Spanyol, Islam terlebih dulu menguasai Afrika Utara.Sejarah Perkembangan Islam di Benua Eropa bacaanmadani 1:26:00 PM Kisah Islami , Sejarah Islam 0 Comments Berdasarkan kenyataan sejarah, Islam memasuki benua Eropa melalui empat periode yaitu: 1.Cordoba memasuki era baru ketika Islam datang ke wilayah Eropa pada 711 M atau 93 H. Di bawah pimpinan Tariq bin Ziad, tentara Islam dari Dinasti Umayah yang membawa misi dakwah berhasil merebut Cordoba dan wilayah Spanyol dari kekuasaan Goth Barat, Kekaisaran Visigoth.

Sejarah Lari Jarak Pendek Sejarah Dakwah Nabi Muhammad Di Mekah Hikmah Mempelajari Sejarah Ilmu Pengetahuan Bani Umayyah Sejarah Futsal Sejarah Olahraga Senam Sejarah Wali Songo Singkat Sejarah Renang Di Dunia Sejarah Senam Lantai Sejarah Badminton Novel Sejarah Singkat Teks Sejarah Bandung Lautan Api

Sejarah Masuknya Islam di Prancis beserta Perkembangannya

Last Updated on October 21, 2017 by Tongkrongan Islami

Tongkrongan Islami – Masyarakat Prancis, sudah lama mengalami kontak dengan Islam. tepatnya sejak Islam masuk pada abad ke-8 di bagian Selatan Prancis, yakni di saat transisi kekuasaan dari Dinasti Bani Umayyah ke Dinasti Bani Abbasiyah. Islam berkuasa selama kurang lebih 40 tahun. Demikian pula pada abad ke-10 Islam mencoba memperluas kekuasaan daerah kekuasannya, tetapi gagal sebab di abad pertengahan ini, Islam menghadapi “Crusades” (perang salib) dan akhirnya mereka meninggalkan Prancis.

DalamTexbook untuk Perguruan Tinggi Agama Islam/IAIN, juga dijelaskan bahwa Prancis telah mengenal Dunia Islam sejalan dengan penjajahan yang dilakukannya terhadap wilayah-wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim di Aljazair, Maroko, Tunisia, Senegal, Mali, Libanon, Mesir dan selainnya. Seperti negara industri lainnya, Prancis juga membuka kesempatan kepada “just arbeiders” yaitu buruh tamu dari Tunisia, Marokko, Aljazair, Turki dan sebagainya untuk bermukin di Prancis.

John L. Esposito menyatakan bahwa kehadiran Islam di Prancis menjadi signifikan bersamaan dengan colonialisasi Afrika Utara yang dimulai pada tahun 1830 M. Para pedagang yang dikenal dengan istilahTurcos datang dari Aljazair setelah tahun 1850 M, menyusul kemudian imigran Maroko yang bekerja di Dermaga Marseilles, di kontruksi bagian Selatan. Selama perang Dunia I, para imigran yang berjumlah lebih dari 132.000 orang Afrika Utara berdomisili di Prancis sebagai pekerja sawah dan buruh di Pabrik senjata, serta lebih dari 15.000 orang diminta untuk terlibat dalam peperangan.

Seiring dengan perkembangan waktu, jumlah orang-orang Islam di Prancis (eropa) bertambah dan semakin plural. Hal ini ditandai dengan hadirnya pedagang Turki, Afrika (Senegal, mali, Mauritania), Timur Tengah (Iran, Afganistan, Pakistan).

Proses Islamisasi secara implisit di Prancis, telah dimulai sejak terjadinya perang salib, dan secara eksplisit proses Islamisasi di Perancis dimulai pada tahun 1830, yakni ketika imigran muslim berdatangan membawa barang dagangan mereka ke Prancis. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proses Islamisasi di Prancis (eropa) pada awalnya melalui jalur peperangan dan proses selanjutnya adalah jalur perdagangan. Dalam masa-masa perkembangannya, proses Islamisasi di Prancis tetap berjalan, namun yang terakhir ini ia berproses melalui jalur dakwah dan perkawinan, karena di sana sudah banyak umat Islam yang menetap.

Proses Perkembangan Islam di Prancis

Menentukan secara pasti populasi umat Islam di Prancis (eropa), agaknya sulit, tetapi memperkirakannya dengan merujuk ke berbagai sumber boleh jadi dapat membantu dalam memprediksi secara akurat populasi tersebut. Berkaitan dengan ini, maka penulis terlebih dahulu akan mengungkap beberapa data, yakni;

John L. Esposito memperkirakan perkembangan Islam di Prancis mencapai puncaknya pada tahun 1968. Sayangnya, John L. Esposito di sini, tidak sempat mengungkap berapa populasi umat Islam di Prancis pada tahun itu. John L. Esposito memberikan data bahwa berdasarkan sensus 1990 jumlah umat Islam di Prancis adalah rinciannya sebagai berikut:.

· Imigran muslim ke Prancis sebanyak 614.207 orang berasal dari Aljazair; sebanyak 576.652 orang berasal dari Maroko; sebanyak 206.336 orang berasal dari Tunisia; dan sebanyak 197.712 orang berasal dari Turki.

· Khusus imigran Aljazair, mereka terlebih dahulu datang dan menjadi warga Prancis, yakni sejak kemerdekaan Aljazair. Sehingga, populasi mereka (sebelum 1990) sudah berjumlah kurang lebih 500.000 orang.

· “Prancis Baru”, yaitu muslim yang mendapatkan kewarganegaraan akibat kelahiran atau melalui naturalisasi. Mereka ini memiliki akses yang cukup luas untuk berkiprah di masyarakat Prancis.

· Komunitas Prancis yang memeluk Islam. Komunitas ini memiliki peran penting dalam memberikan mediasi antara masyarakat muslim dengan masyarakat Prancis pada umumnya. Mereka inilah yang secara nasional dan natural dianggap sebagai penduduk asli Prancis yang mengetahui seluk beluk budaya dan perdaban masyarakat Prancis.

Mengingat bahwa umat Islam terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, terutama melalui jalur dakwah dan pernikahan, maka diperkirakan bahwa untuk tahun-tahun berikutnya, populasi umat Islam di sana memiliki pertambahan yang signifikan.

Problematika Islam di Prancis

Meskipun Islam telah berkembang pesat di Prancis dan umat Islam hidup secara damai sesama intern umat Islam, bukan berarti bahwa umat Islam di sana hidup damai secara eksteren. Pluralisme masyarakat ekstern (non-muslim), adalah salah satu faktor utama memicu terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat, sekaligus merupakan problematika yang dihadapi oleh umat Islam Prancis dewasa ini.

Bermula dari peristiwa 11 September 2001 sebagai tragedi terdahsyat dunia di awal abad ke-21, maka seketika itu pula dua orang muslim Prancis bernama David dan Jerome yang barusan masuk Islam, ditahan karena tuduhan terlibat dalam jaringan terorisme internasional. Kasus dua pemuda mu’allaf tersebut diangkat sebagai bukti bahwa pemerintahan Prancis kelihatannya memiliki image (prasangka) negatif terhadap umat Islam yang menetap di negara Prancis.

Lebih dari itu, tantangan berat yang dihadapi umat Islam Prancis adalah adanya pelarangan penggunaan Jilbab di sana. Program anti jilbab telah meluas hingga pengusiran muslimah berjilbab di Prancis benar-benar telah diberlakukan. Larangan berjilbab ini, dalam bentuk lain, juga diberlakukan di berbagai kawasan Eropa lainnya dan di Amerika. Fenomena seperti ini, merupakan indikasi bahwa bangsa Eropa, termasuk Prancis memandang Islam sebagai makhātir (sesuatu yang bahaya).

Pertimbangan lain, masalah utama dibalik keluarnya undang-undang “pelarangan berjilbab” ialah ketakutan pemerintah negara-negara Barat terhadap semakin berkembangnya Islam negara-negara tersebut. Negara-negara Eropa Barat (termasuk Prancis) senantiasa berusaha untuk memburukkan citra Islam, di antaranya dengan menggambarkan bahwa Islam mengekang kaum muslimah dengan aturan-aturan agama yang ketat.

Implikasi lain yang ditimbulkan terhadap pengamalan ajaran Islam di Prancis menurut Abdul Salam Banesh, seorang warga Prancis asal Maroko yang merupakan imam masjid, mengatakan; “Islam selama ini telah diperkenalkan sebagai musuh Barat, namun kini perkembangan Islam di Barat malah semakin meluas karena Islam merupakan agama yang komprehensif dan mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan. Perkembangan Islam inilah yang membuat Barat ketakutan.” Lalu, timbul pertanyaan yang sangat mendasar, ada apa dengan Prancis? Negeri yang dipandang memiliki tradisi intelektual luar biasa dan tradisi demokrasi yang menyejarah ini, tiba-tiba takut akan eksistensi Islam di sana? Padahal, Islam di Prancis dari sense sejarahnya sungguh telah eksis berabad-abad silam dan penganut agama ini yang bermigran dari multikulturalisme dan multibangsa hidup secara toleran dengan masyarakat non-muslim Prancis.

Prancis harus ingat, bahwa terhadap sejarah kaum muslimin yang telah berjasa membebaskan Raja Prancis I dari tangkapan musuhnya pada pertempuran Pavia tahun 1525. Berdasar pada pernyataan ini, kiranya sangat tidak bijak dan tidak arif, bilamana masyarakat dan apalagi pemerintah Prancis dewasa ini, tetap menganggap Islam sebagai musuh, serta menjadikan Islam sebagai agama yang termarginalkan.

Walaupun dalam kenyataannya pemerintah Prancis dan sebagian masyarakat non-Muslim Prancis tetap menganggap Islam sebagai sesuatu yang negatif, tentu dibalik itu semua memiliki nilai-nilai positif bagi citra Islam. Kenyataannya adalah, bahwa Islam di Prancis dewasa ini, tetap eksis, bahkan mampu bertahan hidup walaupun mereka harus berlawanan dengan masyarakat non-muslim pluralis yang sekuler.

Dalam praktik keagamaan sehari-hari, Aslam menyatakan bahwa aliran Islam di Prancis juga banyak mulai dari Wahabi, Salafi, Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tablig, dan lain-lain yang hidup dengan rukun. Namun, dalam pandangan penulis bahwa praktik keagamaan sehari-hari umat Islam Perancis tampak pada pola keberagamaan yang mayoritas menggunakan mażhab sunni karena mayoritas mereka berasal dari Afrika Utara yang kental dengan mażhab sunni.

Terbangunnya masjid-masjid di Prancis yang jumlahnya sampai 2.500 buah, juga merupakan salah satu indikasi bahwa kaum muslim Prancis dewasa ini senantiasa geliat dan antusias dalam menjalankan ibadah-ibadah secara rutin, terutama shalat berjamaah. Praktis bahwa ajaran Islam yang lain, semisal puasa dan zakat juga terlaksana dengan baik.

Penutup

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa Islam di Perancis mengalami perkembangan yang sangat pesat, eksis dan mampu bertahan di tengah kehidupan masyarakat pluralis dan sekuler.

Referensi:

Lapidus, Ira M., Sejarah Sosial Umat Islam Bagian Kesatu dan Kedua, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1999.

Esposito, John L., The Oxford Encyclopedia of The Modern Islam World, vol. 2 (New York: Oxford University Press, 1995.

Team Penyusun Textbook Sejarah dan Kebudayaan Islam Direktorat Jenderal Pem-binaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, Sejarah dan Kebudayaan Islam, jilid II Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1982/1983

Wikipedia Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Perancis

Beberapa tulisan yang terkait seperti “Islam di negeri Menara Eiffel” dan “Setiap Tahun 150 orang Masuk Islam di Eropa” (www.eramuslim.com), “Islam Perancis Terbesar di Eropa” (www.republika.co.id), “Perlahan-lahan Perancis menjadi Negara Muslim” (www.taqrif. info), dll.

Top PDF Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa - 123dok.com

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Sejarah, Perkembangan, Islam, Eropa, 123dok.com

PDF) ISLAM DI EROPA

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, ISLAM, EROPA

Perkembangan Islam Di Eropa

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Perkembangan, Islam, Eropa

Top PDF Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa - 123dok.com

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Sejarah, Perkembangan, Islam, Eropa, 123dok.com

Top PDF Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa - 123dok.com

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Sejarah, Perkembangan, Islam, Eropa, 123dok.com

PERKEMBANGAN ISLAM DI DUNIA PPT_2.pptx

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, PERKEMBANGAN, ISLAM, DUNIA, PPT_2.pptx

Perkembangan Islam Pada Abad

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Perkembangan, Islam

Perkembangan Islam Di Eropa

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Perkembangan, Islam, Eropa

Islam Di Eropa - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Islam, Eropa, Wikipedia, Bahasa, Indonesia,, Ensiklopedia, Bebas

Sejarah Perkembangan Islam Di Negara Turki

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Sejarah, Perkembangan, Islam, Negara, Turki

Top PDF Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa - 123dok.com

Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa : sejarah, perkembangan, islam, eropa, Sejarah, Perkembangan, Islam, Eropa, 123dok.com